Oleh: hendryfikri | Juni 10, 2009

Polikistik Ovarium (polycystic Ovary)

Istriku dulu, menderita penyakit ini. sehingga selama 2 tahun kami belum dikaruniai buah hati.

alhamdulillah, setelah diobati, rajin olahraga dan banyak makan sayur terutama brokoli dan juga tidak lupa memperbanyak istighfar akhirnya kami dikaruniai anak juga.

mudah-mudahan informasi ini berguna.

salam

Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK)

20080309203759
Pendahuluan:

Pembahasan SOPK berikut ini meliputi 9 hal, yaitu:
1. Anatomi ovarium
2. Histologi ovarium
3. Sinonim SOPK
4. Definisi SOPK
5. Penyebab SOPK
6. Diagnosis SOPK
7. Terapi SOPK
8. Komplikasi SOPK Jangka Panjang
9. Catatan


Anatomi ovarium

Secara makroskopis, ovarium menyerupai buah pir, dengan ukuran yang bervariasi, tergantung usia.

Pada usia reproduksi, ukuran ovarium:
panjang: 2,5–5 cm
lebar: 1,5–3 cm
tebal: 0,6–1,5 cm

Normalnya, ovarium terletak di bagian atas rongga pelvis, bersandar sedikit inferior dari dinding lateral pelvis pada daerah percabangan pembuluh darah iliaka eksternal dan internal, yakni fossa ovarika Waldeyer. Posisi ini sangatlah bervariasi dan biasanya berbeda antara ovarium kiri dengan kanan.

Masing-masing ovarium mengandung sejumlah folikel primordial yang berkembang pada saat awal kehidupan fetus dan menunggu saat pematangan menjadi ovum. Selain memproduksi ovum, ovarium juga menghasilkan hormon seksual.

Perlekatan:
Ovarium terletak di sebelah dinding samping pelvis dan ditahan pada posisi ini oleh dua struktur: ligamentum latum yang melekat ke ovarium di sebelah posterior oleh mesovarium, dan ligamentum ovarika yang menahan ovarium ke kornu uterus.

Ovarium dilekatkan pada ligamentum latum oleh mesovarium. Ligamentum ovarii proprium berjalan dari uterus lateral posterior hingga ke bagian bawah ovarium. Panjangnya beberapa cm dengan diameter 3-4 mm. Ligamentum ini diselimuti oleh peritoneum dan terdiri dari jaringan ikat dan otot yang berasal dari bagian uterus.

Ligamentum infundibulopelvikum berjalan dari bagian ovarium yang menghadap tuba hingga ke dinding pelvis, tempat pembuluh darah dan persarafan ovarium berjalan di dalamnya.

Pasokan darah:
Dari a.ovarika (cabang aorta abdominalis). Drainase vena menuju v.kava inferior di sebelah kanan dan v.renalis sinistra di sebelah kiri.

Drainase limfatik:
Menuju kelenjar getah bening para-aorta.

Histologi Ovarium

Struktur ovarium secara umum dibagi dua: korteks dan medula.

Tiap ovarium dikelilingi oleh kapsula fibrosa, yang disebut tunika albuginea. Tunika albuginea ini merupakan permukaan terluar korteks. Di atas tunika albuginea terdapat epitel kuboid selapis, epitel germinativum Waldeyer.

Medula merupakan bagian tengah yang terdiri dari jaringan ikat longgar yang merupakan kelanjutan dari mesovarium. Pada medula banyak terdapat pembuluh darah dan sedikit jaringan otot halus yang merupakan kelanjutan dari ligamentum infundibulopelvikum.

Sinonim SOPK:

Sindrom ovarium polikistik, polycystic ovarian syndrome.

Definisi SOPK:

Kumpulan gejala yang ditandai dengan adanya anovulasi (tidak keluarnya ovum/sel telur) kronis (yang berkepanjangan/dalam waktu lama) disertai perubahan endokrin (seperti: hiperinsulinemia, hiperandrogenemia).

Penyebab SOPK:

1. Resistensi insulin
2. Hiperandrogenemia
3. Kelainan produksi hormon gonadotropin
4. Disregulasi P450 c 17
Defek gen pembentuk P450 c 17α, yang mengkode aktivitas 17α-hidroksilase dan 17,20-lyase.
5. Genetik
Ada kecenderungan penurunan sifat secara autosomal dominan.

Diagnosis SOPK:

1. Kriteria Klinis
Hirsutisme (tumbuhnya rambut tubuh yang berlebihan), akne, obesitas/kegemukan (sangat tidak spesifik), oligomenore (menstruasi yang jarang), amenore (tidak menstruasi), perdarahan uterus disfungsi, dan infertilitas.

Konsensus Diagnostik menurut konferensi National Institute of Health (NIH) di Amerika Serikat:

a. gambaran ovarium polikistik tidak harus ada.
b. Kriteria mayor: anovulasi kronis dan hiperandrogenemia.
c. Kriteria minor: adanya resistensi insulin, hirsutisme, obesitas, rasio LH/FSH lebih dari 2,5 dan gmbaran ovrium polikistik pada USG.

Diagnosis SOPK ditegakkan jika memenuhi SATU kriteria mayor dan sekurngnya DUA kriteria minor, dengan menyingkirkan penyebab lain hiperandrogenemia.

Konsensus Diagnostik menurut negara di Eropa:
a. Harus didapatkan gambaran ovarium polikistik dengan USG
b. Gangguan menstruasi (oligomenore atau amenore), dan atau
c. Gambaran klinis hiperandrogenemia (hirsutisme, akne)
d. Tidak diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan iagnosis SOPK.

Kriteria praktis dari Homburg (2002):

1. Kriteria awal yang harus ada:
a. Gangguan menstruasi
b. Hirsutisme
c. Akne
d. Infertilitas anovulasi

2. Diagnosis ditegakkan cukup dengan memperoleh gambaran ovarium polikistik pada USG.

3. Jika tidak ditemukan gambaran ovarium polikistik pada USG, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium. Diagnosis SOPK dapat ditegakkan jika ditemukan satu/lebih abnormalitas: peningkatan testosteron serum, peningkatan LH (luteinizing hormone), peningkatan testosteron bebas (dengan menyingkirkan hiperplasi adrenal), perbandingan glukosa puasa:insulin puasa kurang dari 4,5.

2. Kriteria Ultrasonografis (USG)

Kriteria diagnostik jika memakai USG transabdominal:
1. Penebalan stroma
2. Lebih dari 10 folikel berdiameter 2-8 mm di subkorteks dalam satu bidang.

Kriteria diagnostik jika memakai USG transvaginal:
1. Penebalan stroma 50%
2. Volume ovarium lebih dari 8 cm3
3. Lebih dari 15 folikel dengan diameter 2-10 mm dalam satu bidang

3. Kriteria Laboratorium

Pemeriksaan kadar hormon androgen, insulin, dan LH/FSH (Luteinizing Hormone/Follicle-Stimulating Hormone)

Kadar androgen yang dapat diperiksa adalah: testosteron, androstenedion, testosteron bebas, dehidroepiandrosteron (DHEA) atau dehidroepiandrosteron sulfat (DHEAS), dan dehidrotestosteron (DHT).

Terapi SOPK:

1. Penurunan berat badan, diet, dan olahraga

2. Obat antidiabetik oral
Misalnya: metformin, troglitazone, rosiglitazone, pioglitazone, chlorpropamide, tolazamide, glipizide, D-chiro-inositol.

3. Obat pemicu ovulasi
Misalnya: klomifen, human menopausal gonadotrophin (hMG), purified FSH, recombinant FSH, bromocriptine, dan gonadotrophin releasing hormone (GnRH).

4. Pembedahan (surgery)
a. EBOB (Eksisi Baji Ovarium Bilateral)
b. TEKO (Tusukan ElektroKauter pada Ovarium)

Terapi TEKO dengan laparoskopi lebih baik dibandingkan dengan EBOB karena angka perlekatan pascoperasi yang lebih rendah.

Komplikasi SOPK Jangka Panjang:

1. Diabetes Melitus tipe 2
2. Dislipidemia
3. Kanker endometrium
4. Hipertensi
5. Penyakit kardiovaskular
6. Gestational DM
7. Pregnancy-induced hypertension (PIH)
8. Kanker ovarium
9. Kanker payudara

Catatan:

1. Diperkirakan 8 juta wanita usia subur menderita gangguan ovarium polikistik.

2. Penyebab terbanyak keadaan anovulasi kronis adalah sindrom ovarium polikistik.

3. Ovulasi merupakan proses menghasilkan ovum yang dapat dibuahi, melibatkan susunan saraf pusat supra hipotalamus, hipofisis, dan ovarium sebagai organ target.

4. Ovulasi dipicu oleh peningkatan cepat kadar estrogen.

5. Ovulasi terjadi 10-12 jam setelah terjadinya lonjakan LH dan 24-    36 jam setelah tercapainya kadar puncak estrogen.

6. Resistensi insulin dapat dinilai dengan pemeriksaan:

a. uji toleransi glukosa oral
Keuntungan:
Mudah dikerjakan.
Kerugian:
Dipengaruhi penyerapan glukosa usus.

b. uji toleransi insulin
Keuntungan:
Dapat menunjukkan indeks aktivitas insulin.
Kerugian:
Dapat terjadi hipoglikemia.

c. Infus glukosa berkesinambungan
Keuntungan:
Dapat menunjukkan kerja insulin.
Kerugian:
Bergantung pada validitas tera.

d. Teknik klem euglikemik
Keuntungan:
Dapat mengukur kerja insulin secara kuantitatif.
Kerugian:
Mahal dan sulit.

e. Nisbah gula darah puasa atau insulin puasa
Keuntungan:
Mudah dikerjakan.
Kerugian:
Dipengaruhi oleh kadar gula darah sewaktu.

Referensi:

1. Hadisaputra W, Situmorng H. Sindrom Ovarium Polikistik. Indonesian Gynecological Endoscopy Society (IGES)-Puspa Swara. Jakarta. 2003.

2. Faiz O, Moffat D. Anatomy at a Glance. Blackwell Science Ltd. 2002.

3. Homburg R. What is Polycystic Ovarian Syndrome? A Proposal for a Consensus on The Definition and Diagnosis of Polycystic Ovarian Syndrome. Hum reprod. 2002; 17 (10): 2495-9.

About these ads

Responses

  1. seseorang di diagnosa polycystic ovarium apakah bisa bener2 sembuh? ,,, setelah menjalani beberapa terapi, berapa lama? tergantung terhadap apa lamanya kesembuhan dan bisa hamil?

    • Insyaalloh bisa bu.
      polycystic ovarium akan sembuh jika ibu tadi hamil kemudian melahirkan dan polycystic tadi keluar bersama janin tersebut.
      istriku hampir setahun menjalani terapi.
      lamanya kesembuhan dan bisa hamil atau tidak, kita kembalikan kepada alloh swt.
      manusia hanya bisa berikhtiar. jangan lupa untuk selalu beristighfar dan berdo’a.
      Do’akan juga temen2 yang lain yang belum dikarunia anak untuk segera cepat mendapat momongan juga.
      Insyaalloh jika kita saling mendo’akan, akan cepat dikabulkan alloh swt.

  2. saya jg 3th udah rindu akan buah hati periksa ke dr ternyata ak difonis menderita pco jg,pertamanya aku udah putus asa.tp liat cerita dan pengalaman tmen 2.insya allah aku harus optimis aku pasti bisa hamil..thanks for all

  3. Selamat berjuang ya bu.
    Ikhtiar dan tawakkal.
    Jangan pernah lelah berdo’a. :)

  4. kalo boleh tanya…. berobatny k rs mna?

    • waktu itu berobat ke RS ibu dan anak Hermina jatinegara. kalo gak salah namanya dr. yenny. :).

  5. aku juga menderita penyakit yang sama, sudah 2 tahun belum punya anak juga. pernah patah semangat, tapi dokter terus menyemangati. mudah2an terapiku juga berhasil. amiin… ya Allah… aku tahu Kau tahun yang terbaik

    • insyaalloh dikabulkan bu… :)

  6. insya allah bisa…anak saya dah 2 dengan PCOS..
    jangan ragu untuk terapi…tidak enak memang..tapi kalo sekarang lihat si kecil langsung lupa semua pengorbanan yang di berikan…terbayar denga kehadiran si buah kecil…

    • Aminnn. bu erna saya juga mengidap penyakit yang sama , apakah saya bisa sembuh dan punya keturunan bu dan dengan cara apa selain ke dokter. trimakasih

  7. ass. pak saya boleh minta no kontak istri aatau telp antum?? mau banyak tanya…jzklh.

    • ana email aja ya bu, no. istri ana.

  8. Malam pak,mau tanya kalau pco tp blm mau pnya anak lagi bisa gak yah?kalau ada no tlp istrinya buleh pak krn saya penderita pcos tp sudah anak 1

  9. umur saya 27 tahun dan sudah menikah 1,5th, dari awal mendapatkan menstruasi saya tidak pernah mengalami gangguan apapun yang berhubungan dengan organ reproduksi tapi baru dua hari lalu saya dibuat shock dengan diagnosa dokter, dr hasil usg transvaginal, saya suspect PCO, saya tadinya ga trima, takut…tapi setelah membaca curhatan2 diatas tadi ketakutan saya lumayan berkurang, insyaallah saya akan menjalani tes hormon seminggu kedepan, semoga terapi ini tidak lama2 dan saya bisa segera hamil, karena saya dan suami sangat menginginkan kehadiran momongan…amin.

    • Amiinn….. jangan lupa untuk memperbanyak ISTIGHFAR juga yah….. :)

  10. Assalamualaikum, saya juga sudah menikah 1 tahun lebih tapi belum dikasih momongan, kata dokter spec.kandungan saya PCO itu terlihat dari hasil USG ada bola2 kecil banyak. saya dikasih obat terapi pil kontrasepsi sama metformin, tapi sekarang tidak saya minum dari minum 15 hari, karena saya merasa obat tersebut membuat saya pusing,mual,kembung dan emosi labil. sekarang saya mengkonsumsi obat herbal dan Alhamdulillah, biasanya saya haid 2-2,5 bulan sekali tapi bulan oktober ini dari terapi obat herbal dan sedikit olah raga tanggal 3 haid s/d tgl 9 okt’ dan kemarin tgl 29. mudah2an Allah memberiku kelancaran dalam mendapatkan anak, juga teman2 yang belum dikasih momongan jangan patah semangat berusaha dan berdo’a. Allah SWT Maha mengabulkan Do’a

    • obat herbal ap mba yg d minum?
      saya juga baru d ponis dokter kena pco

  11. Selamat siang….
    Saya IRT yg sudah menikah selama 3 thn.tapi sampai sekarang kami blom juga di karuanikan seorang anak. Dokter mengataka saya terkena PCO.memang saya agak obesitas.apakah bole saya menurunkan berat badan saya dibantu dengan obat pelangsing???? Saya benar2 bingung,…..

  12. istri sy divonis dkter pco dn sdh hampir 2 buln mngalami pendarahan.apkh sy dn istri msh bs mndpatkn momongan?

  13. assalamualaikum sya juga sdh menikah slma 3thn,divonis PCOS sempat dianjurkan laparoskopi tpi karena prosedur yg menakutkan serta biaya yg mahal saya urungkan niat laparoskopi,bolehkah sya mnta menu diet dan mungkin klo ada obat herbal yang pernah istri anda dulu.konsumsi.saya sdh 1 thn tdk priksa k dokter karena takut dvonis spt dlu mengingat saya berjuang sendirian karena suami seorang pelaut. trima kasih infox setidaknya ini bs membangkitkan semangat saya lg
    semoga allah sll menguatkn saya serta bs memberikan jalan keluar yg terbaik amiin

  14. sy berumur 28 thn dn kt dokt sy mengalami polysistik ovarioum…gejalanya sy telat dtng bln hampir 3 bln in sy tdk dtng bulan…sy mw tanya apa bahaya buat kedepan nya sedngkn status sy belum menikah..ap bsa sembuh…terima kasih…

  15. terapinya apa buat yg menderita pco?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: