Oleh: hendryfikri | Oktober 16, 2009

Bermain dengan Bayi Anda

Dari milis Sebelah……

baby cook

Memang, tak ada yang lebih menyenangkan dari pada bermain dengan buah hati tercinta. Apalagi kegiatan ini bisa pula memperkuat rasa cinta dan kedekatan dengan Anda, “guru” pertamanya. Tapi perlu diingat bahwa ketertarikan dan rentang perhatian “murid kecil” anda ini berbeda – beda terhadap suatu permainan. Jadi, pemberian stimulasi Iewat permainan ini sebaiknya tidak berlebihan. Segeralah berhenti bermain dan beristirahat begitu si kecil memalingkan muka, mengalihkan pandangan matanya atau rewel. Pilihan permainan dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan keterampilan sesuai umurnya.

1. Meningkatkan keterampilan motorik kasar

Permainan berikut ini dapat meningkatkan kemampuan si kecil dalam menggunakan otot2 besar pada tangan, kaki, dan tubuh :

a. Bayi baru lahir – 3 bulan : main kaki dan tangan :
Caranya : Telentangkan bayi di atas alas yang rata. Sambil memainkan lagu pavoritnya, tekuk kakinya perlahan-lahan, lalu luruskan kembali. Lakukan beberapa kali. Setelah itu, pegang tangannya, dan gerakan turun naikperlahan lahan. Ulangi permainan dalam posisi tidur menyamping atau tengkurap.
Manfaat : Membuat bayi sadar akan tubuhnya. Pada awal kehidupannya, bayi tidak dapat membedakan antara tubuhnya dan tubuh Anda. Seiring dengan irama lagu yang anda nyanyikan, anda juga dapat membantunya melakukan koordinasi gerakan2 sederhana

b. Usia 4 – 7 bulan : ayo ambil bolanya
Caranya : letakan bola plastik kecil di atas gelas kertas diluar jangkauan sikecil.lalu, tunjukkan bagaimana cara mengambil dan menjatuhkannya. Bila perlu, geser bola hingga dekat dengannya.
Manfaat : Membantunya mengembangkan kemampuan koordinasi tangan, mata, dan kakinya. Selain itu, aksi meraih sesuatu akan memberi pemahaman si kecil kalau ia dapat menggerakan tubuhnya bergerak maju. Dengan begini ia akan bersemangat untuk merangkak kelak.

c. Usia 8 – 12 bulan : mana mainanku
Caranya : Bayi-bayi usia ini biasanya sudah mulai merangkak. Jadi, mengapa anda tidak bergabung saja dengannya. Sebelumnya tunjukanlah padanya anda menyembunyikan mainannya bersembunyi dibawah sehelai selimut yang dihamparkan didepannya. Lalu katakan, “ayo cari bersama-sama”. Merangkaklah dibelakangnya (seolah olah sedang mengejarnya) dan membantu dia menemukan mainannya.
Manfaat : Selain melatih koordinasi dan kekuatan ototnya, permainan ini juga melatih daya ingatnya

2. Meningkatkan keterampilan motorik halus

Dengan beberapa permainan ini, bayi dapat melatih keterampilan dan koordinasi otot2 halusnya. Misalnya otot2 jari tangan, jari kaki, pergelangan tangan dan bibirnya.

a. 0 – 3 bulan : hai kamu menangkapku
Caranya : Gelitik telapak tangan si kecil dengan jari tangan Anda. Saat dia menangkap jari tangan Anda, goyangkan saja sambil berkata, “Kamu telah menangkapku” biar seru, gerakan tangan anda keluar masuk genggaman tangannya.
Manfaat : Selain melatih otot-ototnya, upaya si kecil untuk menggenggam jari tangan anda memberikan keasikan tersendiri.

b. Usia 4 – 7 Bulan : tekan pipiku
Caranya : Pangku sikecil menghadap anda, bila perlu sanggah punggungnya. Gembungkan pipi anda, lalu kempiskan dengan jari telunjuk anda sambil mengatakan “puh” sambil sikecil menirukan hal yang sama dengan pipi anda. Tunjukkan pula padanya kalau ia menekan hidung Anda, Anda akan bersuara, “Beep-beep.” Jika ia menarik kuping Anda, Anda akan menjulurkan lidah.
Manfaat : Permainan ini akan mengembangkan koordinasi tangan dan matanya. Selain itu, ia juga belajar kalau tangannya bisa jadi ‘alat’ untuk menyebabkan terjadinya sesuatu.

c. Usia 8 – 12 bulan : kotak ajaib
Caranya : Masukkan beberapa benda kecil, seperti bola, bel, atau boneka, ke dalam kotak. Berikan kotak pada bayi Anda, lalu biarkan ia memeriksa isinya dan mengosongkannya. Selanjutnya, lihat apakah ia dapat menaruh kembali semua benda ke dalamnya. Pada usia 9 bulan, Anda dapat melatihnya mengambil benda kecil dengan telunjuk dan dan ibu jarinya. Namun, jangan berikan benda atau mainan yang diameternya kurang dari 3 cm dan panjangma kurang dari 2 cm.
Manfaat : Tanpa disadari. si kecil belajar untuk membunyikan bel dengan menggerakkan pergelangan tanganya. atau menjatuhkan bola saat membuka tangannya.

3. Merangsang kepekaan sensoris

Coba beberapa permainan ini untuk merangsang kepekaan panca indranya

a. Bayi baru lahir – 3 bulan : lihat wajahku
Caranya : Pangku si kecil menghadap Anda (wajahnya kurang lebih 20-30 cm dari wajah Anda). Sambil bernyanyi dan melakukan kotak mata, turun naikan tubuhnya perlahan2 mengikuti irama lagu.
Catatan :Si kecil akan menikmati ayunan dan lagu yang Anda nyanyikan sambil mengamati ‘mainan’ favoritnya, wajah Anda.

b. Usia 4 – 7 bulan : main gelitik
Caranya : Baringkan si kecil dalam posisi setengah duduk atau telentang. Lakukan gerakan seolah-olah Anda bersin sambil berujar “Haashiii!” dan tempelkan wajah Anda ke perutnya. Biarkan untuk beberapa saat (hal ini biasanya membuat sikecil tertawa geli).
Cara 2 : Mainkan jari-jari tangan Anda pada jari-jari kaki si kecil. Lalu, gerakkan jari-jari tangan Anda ke atas menyusuri tubuhnya sampai ke bawah dagunya. Gelitik sebentar dagunya sambil ucapkan suara¬suara tertentu.
Catatan :Ketika mengulangi perinainan ini, si kecil akan menikmati sensasi yang timbul sambil menanti-nantikan aksi Anda selanjutnya.

c. Usia 8 – 12 Bulan : melukis dengan makanan
Cara : Umumnya, bayi senang bermain-main dengan makanannya. Jadi, tidak ada salahnya bila sekali¬sekali Anda membiarkannya melukis meja atau alas makannya dengan bubur, jeli atau krim mentega. Tunjukkan padanya bagaimana membuat lingkaran. garis, atau bentuk sederhana lainma.
Catatan : Si kecil pasti menikmati kegiatan ini. Apalagi, bila Anda lalu mengajaknya mandi busa untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di wajah dan tubuhnya. Asyik banget deh.

4. Menonjolkan keterampilan sosial

Melalui permainan berikut, Anda dapat mengasah kemampuan bayi Anda dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

a. Bayi baru lahir – 3 bulan : peniru kecil
Caranya : Letakkan bayi dalam posisi berbaring atau duduk menghadap Anda. Coba lakukan gerakan berikut ini secara berurut. keluarkan lidah Anda, buka mulut lebar-lebar, tersenyum, kerutkan atau kecap bibir, dan buat aneka suara menggoda. Selesai melakukan satu jenis gerakan, katakan padanya, “Sekarang, kamu coba”, lalu beri kesempatan padanya untuk meniru. Atau, Anda dapat juga meniru ekspresi lucu si kecil.
Catatan : Selain belajar berinteraksi dengan Anda, permainan ini akan mengajar si kecil bagaimana rasanya berganti peran atau menanti giliran.

b. Usia 4 – 7 bulan : menjatuhkan barang
Caranya : Taruh keranjang di tempat ia biasa menjatuhkan barang. Lalu, berilah mainan yang tahan pecah, misalnya bola tenis atau boneka empuk, untuk dijatuhkan ke dalam keranjang.
Manfaat : Sekarang aktor cilik Anda sadar bahwa ia punya penonton untuk setiap aksinya. Dan, ia lagi senang-senangnya menjatuhkan barang atau mainan sekadar ‘memancing’ reaksi Anda. Nah, kegiatan ini akan mengajarinya tentang sebab akibat. la juga akan terlatih untuk bersabar saat menanti Anda memberikan kembali mainannya.

c. Usia 8 – 12 bulan : ciluk ba
Caranya : Duduklah berhadap-hadapan dengannya. Letakan mainan kecil di salah satu tangan, lalu kepalkan kedua tangan anda. Bertanyalah padanya, “Di mana mainanmu “ Begitu ia berhasil menunjuk tangan yang benar, tukar letak mainannya dihadapannya lalu ulangi permainan tadi.
Catatan : Dapat membantu meningkatkan daya ingatnya dan memberi pelajaran padanya bahwa sesuatu atau seseorang pergi dapat saja kembali. Latihan ini juga akan memupuk rasa aman pada bayi sekaligus menyenangkannya.

5. Mendorong keterampilan berbahasa

Permainan ini akan membantu mengembangkan kemampuan bayi untuk berbagi informasi, mengekspresikan emosi, serta memperoleh pengertian dari orang dan lingkungan di sekitarnva.

a. Bayi baru lahir – 3 bulan : Tanya jawab
Caranya : lakukan kontak mata dengan bayi Anda, lalu bertanyalah. °Di mana dagumu’° Tirulah suara menelan, lalu bertanyalah “dimana dagumu?” sambil menggelitik bagian bawah dagunya. Ulangi untuk bagian tubuh yang lain. Jangan lupa gunakan suara2 dan espresi yang berlainan untuk masing2 anggota tubuh.
Manfaat : semakin banyak variasi, semakin mengasikkan bagi si kecil. Walaupun belum mengerti apa yang anda katakan, ia belajar nada suara dan struktur bahasa berupa Tanya jawab dari suatu percakapan.

b. Usia 4 – 7 bulan : bermain music
Caranya : pada usia 6 bulan, sikecil mulai dapat menyusupkan huruf konsonan pada ucapannya. Tirulah ucapannya, misalnya : babababa atau mamamama, saat anda bermain music bersamanya. Letakan sebuah drum, ember plastic, atau kaleng bertutup diatas lantai dihadapannya. Bila perlu beri sikecil alat bantu untuk memukul, seperti sendok kayu. Kalau sikecil tidak mau memukul apapun, ajak bertepuk tangan sambil ucapkan “ba ba ba”
Manfaat : dapat membantu mengembangkan keterampilan mendengar juga akan belajar menikmati irama dengan tempo berbeda beda.

c. Usia 8 – 12 bulan : suara binatang
Caranya : letakan 3 buah boneka binatang. Misalnya anjing, bebek dan kucing, di atas lantai di hadapan anda berdua. Nyanyikan lagu tentang binatang. Saat anda menyebut nama seekor binatang, buatlah boneka binatang itu seolah2 menari sambil anda tiru suaranya. Lalu tanyakan pada si kecil yang mana bebek, bagai mana suaranya. Jangan cemas kalau sikecil diam saja. Tanyakan lagi padanya dan perdengarkan lagi suaranya.
Manfaat : kombinasi penglihatan dan pendengaran ini akan membuat bayi tertarik belajar berkata kata. Secara bertahap dia akan dapat merangkai kata2 sendiri.


[sumber : majalah ayahbunda]

About these ads

Responses

  1. Cara-caranya sudah terbukti dan teruji yah?
    Bagus juga tipsnya…

  2. alhamdulillah sudah saya coba ke anak saya…
    hasilnya anak saya jd lebih aktif jika dibandingkan dengan anak2 lain seusianya. :)

  3. Wah jadi pingin punya baby lagi, nih.
    Good post.

  4. makasih tipsnya

  5. Baby aq udah 8bulan,Aq coba deh…

  6. Alhamdulillah, umur 4 bulan baby ku dah pintar bilang pappa dan mamma…
    bisa di coba nih, biar baby ku tambah cerdas…

  7. tips yg menarik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: