Oleh: hendryfikri | Mei 29, 2009

Hukum Facebook: Halal-Haram ??

Dari Milis Sebelah

Rabu, 27 Mei 2009 15:52

“Apa benar Facebook haram, Ustadz?”

Haram? Siapa yang mengharamkan? ”

“Lha, itu ulama yang di Jawa Timur itu…?”

“Oh… jangan salah paham, baca informasinya secara lengkap!”

“Maksud Ustadz?”

Ulama bilang, Facebook itu haram jika digunakan untuk ngegosip dan
selingkuh. Kalau digunakan untuk hal-hal baik, manfaat, ya tidak haram.”

“Kalo gitu, blog atau website juga bisa haram dong, kalo digunakan untuk
kebatilan atau sarana maksiat.”

“Pinter, Ente…”

“Mmmh… sepatu yang saya pake juga bisa haram dong, Tadz, kalo saya
gunakan untuk menendang orang tanpa hak…”

“Pinter, Ente….”

“Uang di dompet saya juga haram dong, kalo saya gunakan buat beli
minuman keras atau narkoba…”

“Pinter ente…”

“Aduh, Ustadz, saya ‘kan mancing… komentar dong…”

“Mancing kok di sini, sana di kolam pancing…!”

“Hehe… Jadi, mancing juga haram dong kalo sampe lupa anak bini, lupa
sholat, lupa kewajiban… ”

“Pinter Ente…”

“Tadz, rasa-rasanya, akhir-akhir ini banyak fatwa ulama soal haram
ya…”

“Jangan nuduh, maksud Ente?”

“Sebelum soal Facebook, dulu soal Golput, terus soal… banyak deh…”

“Ulama itu mengeluarkan fatwa sesuai dengan permintaan umat. Lagi pula,
ulama ‘kan penjaga moralitas umat, pembimbing jalan hidup, pewaris para
nabi… Kalo ‘gak nurut atau percaya sama ulama, terus ente mo percaya
apa siapa?”

“Tapi ‘kan tadz, gak semua ulama bener…”

“Gak bener gimana? Kalo ulama gak bener, ya bukan ulama namanya…?”

“Maksud Ustadz?

“Ya… yang namanya ulama tuh, hanya takut pada Allah! Innamaa
yakhsyallaha min ‘ibadihil ‘ulamaa-u.”

“Terus…?”

“Ulama itu juga tidak deket-deket ama penguasa, gak minta datang ke
istana raja, apalagi ngedeketin demi kepentingan pribadi atau duniawi..
kecuali diundang atau diminta kalo raja mau konsultasi.”

“Terus…?”

“Baca sejarah dong ente… Ulama sejati tuh banyakan dimusuhi penguasa
atau raja karena sang penguasa gak suka ama ulama yang lurus, lempeng,
tegas, gak bisa diajak kompromi. Dalam Islam al-hak ya al-hak, al-bathil
ya al-bathil, gak bisa dikompromikan. ”

“Terus…?

“Terus.. terus… Ente lagi markirin mobil?”

“Terus apa lagi tadz, seru neeh…, itu ulama yang dukung-mendukung
kandidat presiden?”

“Hmm…. Kita obrolin lain kali aja ye…Soal serius banget dan berat
tuh!”

“Ustadz mau ke mana emang?”

“Mau dakwah.”

“Ceramah di mana, Tadz?”

“Emang dakwah kudu ceramah aje, di Facebook juga bisa dakwah!”

“Lha, jadi….?”

“Ya… udah, nama FB ente apa, nanti ana Add…?”

……….


Responses

  1. ooooo.. baru je takot. ingatkan haram sbb saye gune pon untuk cntct ngan kawan2 je.. bkn menggosipin..🙂

    • Jadi intinya, hukum facebook adalah tergantung pemanfaatannya. Kalau
      pemanfaatannya adalah untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat,
      maka facebook pun bernilai sia-sia dan hanya membuang-buang waktu. Begitu
      pula jika facebook digunakan untuk perkara yang haram, maka hukumnya pun
      menjadi haram.

  2. Setuju, tapi banyak juga yg ngaku2 jadi ustadz Dri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: