Oleh: hendryfikri | Juni 15, 2009

Surat Sayang dari yang tersayang

Sudah beberapa hari ini aku selalu bangun kesiangan.

Entah Setan apa yang menggodaku hingga Adzan shubuh-pun tidak kuhiraukan lagi.

hal itu bukan tanpa alasan memang.

seminggu ini pekerjaan sangat menumpuk, sampai2 harus kubawa pulang kerumah. begadang semalaman, dan harus berangkat lagi pagi-pagi.

Sebenarnya sih bukannya suara adzan yang tidak terdengar, akan tetapi nikmatnya sandaran bantal di kepalaku dan pijatan lembut kasur diseluruh tubuhku yang membuatku susah sekali membuka mata ini.

dan Pagi ini hal tersebut pun terulang lagi…..

“tenang aja sobat… Kamu kan termasuk yang mendapat rukhsoh -keringanan. pejamkan saja matamu, jangan pernah kau buka. karena  sekali saja kau buka, maka kau termasuk orang yang menghiraukan panggilan adzan. Pura-pura saja tidak dengar, istrimu juga tau kok kalo kamu capek”

begitulah kira-kira bisikan setan yang terdengar begitu merdu di telingaku.

Istriku sebenarnya bukan tidak peduli padaku, tapi dia sudah sangat kesal sekali melihatku, hingga pagi ini-pun dia tidak mau berbicara lagi kepadaku. hanya mengangguk dan menggelengkan kepala saja  jika kutanya. hanya menunjuk dengan tangannya saja jika kutanya dimana. dan menjawab salamku tanpa menatap wajahku… (yah begitulah sifatnya jika sedang kesal). Terpaksa aku berangkat kerja tanpa senyum manis istriku. kulalui aktivitas kerjaku hari ini tanpa ada gairah sama sekali. “coba aku tadi shubuh ke masjid, pasti istriku tidak akan cemberut dan bisa bergurau seperti biasa” gumamku….

Hari ini aku pulang cepat. Sesampainya dirumah kudapati istriku masih dengan raut muka kesalnya. kubuka pintu kamar, kulihat secarik surat yang ditulis dengan tinta warna-warni dan segera kubaca;

Tak ada imam dalam rumah tangga yang bisa menjalankan tugasnya dengan benar…

Jika ia mengabaikan suara Adzan.

Dia harus segera memenuhi panggilan Alloh itu dengan

Datang ke masjid dan menegakkan sholat berjama’ah.

di masjid juga dia akan bertambah khusyu’ beribadah dan menambah ilmu terus menerus.

di masjid juga dia akan berteman dengan orang-orang yang taat kepada alloh.

hanya dengan itu imam keluargaku ‘N’ laki2x lain dalam Rumah Tanggaku

akan menambah bekal yang benar untuk membimbing keluargaku menjadi SAKINAH.

ttd.

Istrimu Tercinta


Deg…. Kata-kata ini begitu menusuk dadaku…

Astaghfirulloh, air matakupun mengalir deras. segera kupeluk istriku. kukatakan kepadanya untuk tidak akan mengulanginya lagi, kuucapkan terimakasih telah mengingatkanku. … dan tangisan ini-pun disambut hangat senyum manis istriku….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: