Oleh: hendryfikri | Juni 19, 2009

Langgam Kenangan Muda (Suara Persaudaraan)

Masih ingat nasyid Langgam kenangan muda dari Suara Persaudaraan (SP)?

Akhirnya…. setelah kurang lebih 3 tahun aku melantunkan nasyid ini, istriku mau mendengarnya juga “enak juga ya bi nasyidnya”…. “Allah, Allah, Allah ghoyyatuna….. “

Sebenarnya sudah sering kali kulantunkan nasyid ini didepan istriku.

tapi, reaksi istriku malah sebaliknya. jika tidak segera menutup kedua telinganya atau dia malah buru-buru menutup mulutku. (Hfffff). “Umiiii, abi gak bisa nafas!!!!”jeritku.

tapi janji jangan nyanyiin lagi didepan umi?”pinta istriku.

Umi sebel dengernya, jawir banget”imbuhnya.

Begitulah setiap kali kulantunkan nasyid ini dirumah.

terpaksa deh, mau gak mau nasyid ini kulantunkan jika ia sedang tidak ada, atau ketika berkendaraan sendiri sambil berangkat-pulang kerja.

maklumlah kami berdua memang beda kultur. Aku yang berasal dari Jawa Tulen dan Istriku yang kental dengan Adat Sunda-nya.

Nah, kejadiannya berbeda semalam. Aku sedang menina bobokan anakku, kunyanyikanlah nasyid itu berkali-kali.

tak lama kemudian istriku ikut melantunkan juga meskipun hanya reff-nya saja. “Yes, akhirnya aku berhasil mendoktrin istriku…. he3x”.😀

memang ciri khas nasyid SP nadanya sangat kental dengan bahasa jawanya,

sehingga seperti orang yang sedang ‘nembang’. wajar jika orang sebal waktu pertama kali mendengarnya.

seperti wayanglah, bikin ngantuk-lah’ begitulah beberapa komentar orang yang baru pertama kali mendengar nasyid ini.

aku pribadi baru mulai suka setelah berkali-kali mendengar dan memahami arti dari bahasa jawa yang dilantunkan dalam beberapa penggalan nasyid-nasyid SP.

Nasyid ini begitu berkesan bagiku, karena mirip sekali dengan kisah kami berdua. Yah, tau sendiri lah kami berdua dipersatukan ke pelaminan dengan hanya sebuah ta’aruf singkat dan tsiqoh dengan pilihan murobi.

Tentunya dengan menanggalkan semua kenangan jahiliyah masing-masing.

ini dia liriknya, semoga berguna.

Duhai kawan aku punya cerita
Kisah tentang dua anak manusia
Yang terhunjam sebatang panah asmara
Kemudian mendapat hidayah Robb-nya

Keduanya kini harus memilih
Antara sahabat dan Robb-nya terkasih
Sahabat lama pun kini ditinggalkan
Cinta suci hanyalah milik Tuhan

Aduh segere banyune ing sendang
Ilang susahe wis mari rak mriyang
Banyune bening nyenyeger ati
Mugerak lali ning Allah kang suci

Allah, Allah, Allah ghoyyatuna
Muhammad qudwatuna
Al-Quran dusturuna
Jihad, jihad, jihad sabiluna
Al-Mautu Fisabilillah atsma ‘amalina

Allah, Allah, tujuan hidup kami
Muhammad tauladan kami
Al-Quran penuntun kami
Jihad, jihad, jihad jalan kami
Syahid di jalan Allah cita kami tertinggi


Responses

  1. maafkan bila ku salah langkah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: