Oleh: hendryfikri | Juli 10, 2009

Seminggu Naik KRL

Alhamdulillah akhirnya dah mulai nulis lagi.
Seminggu ini bener-bener Muales Nulis…
Gimana ndak males, bayangin aja seminggu harus naek KRL (Kereta Rel Listrik) bolak-balik Jakarta-Bojong Gede.
sampe kantor badan pegel-pegel, ngantuk, cuapek…

Istri sdg liburan seminggu dan pengen banget liburan ke Bojong.
Maklum lah dia Guru, liburnya ngikut anak-anak sekolah.
Demi memenuhi keinginan sang istri, terpaksa deh Bolak-balik Jakarta-Bojong Gede.

Mo naek Motor…. Wah, gak deh. muacet dan jauhnya gak ketulungan.
kalo diukur nih, kira-kira 65 km dari slipi ke bojong gede. berarti bolak-balik bisa sampai 130 km!!!
So, pilihan yang paling cepat dan murah ya naik KRL.

Mulailah kucari data-data perjalanan KRL.
ternyata ada situsnya. http://www.krl.co.id/index.php/Jadwal.html
lumayan lengkap sih, mulai dari jam datang sampai dengan jam berangkat kereta tiap stasiun.
jenis kereta (ekonomi, AC, ekspress), dan juga relasi (rute) kereta tersedia di webiste milik KAI itu.
sepertinya KAI sudah mulai berbenah untuk meningkatkan pelayanannya.

Kekurangan situsnya, harga tiket tidak semua dicantumkan, hanya tiket kelas ekonomi dan abudemen saja itupun tidak lengkap.
selain itu, keluhan dan komplain pengguna jasa KRL ini tidak ditampilkan. (mungkin saran dan kritik dari pelanggan untuk intern saja kale’, atau lebih banyak kritikan-kritikan pedas sehingga pihak KAI sendiri emoh menanggapi?!?!?!

Tapi, intinya pelanggan sudah banyak terbantu dari situs ini termasuk aku sendiri.
So, berbekal dengan jadwal kereta yang kudapat dari internet. mulailah hari pertamaku beraktifitas dengan KRL.
Berangkat pukul 6 tepat dari rumah. ku kendarai sepeda motorku menuju stasiun Bojong gede.
Sebenarnya Tempat tinggal orang tuaku ini lebih dekat kearah bogor dibandingkan dengan bojong gede. suasananyanya pun masih terasa dingin. jarak dari stasiun ke rumah hampir 12 km. sehingga butuh waktu 20 menit untuk mencapai stasiun. Brrrrrr….. dinginn….

Sampai di stasiun kutitipkan motorku ditempat penitipan motor. cukup ramai disini. hampir satu buah kios penitipan bisa menampung 30-50 motor. tergantung luas areanya juga sih. Tarifnya pun lumayan murah hanya 2rb sehari.
Betapa beruntungnya jika punya lahan disini. dengan hanya duduk-duduk saja uang sudah mengalir setiap hari. jika tiap hari ada 50 motor berarti 100rb sudah bisa ia kantongi.
pendapatan yang hampir sama dengan yang kudapat. dan mereka tidak perlu pakai kemeja , sepatu seperti diriku ini. hanya bermodalkan kaos oblong, sandal jepit, badan kekar dan sedikit wajah sangar. yah, mungkin sudah takdir mereka.

Sampai di stasiun kubeli tiket kelas ekonomi yang super murah. “anak sekolahkan pada libur, pasti kereta gak terlalu padat” pikirku.
Dan tak lama kemudan datanglah kereta KRL yang ditunggu-tunggu.
Walah…. Puadet benerrrr…. baru distasiun bojong saja dah sepadat ini.
memang rata-rata yang naik satu nasib denganku. sama-sama mengais uang di jakarta.
Namanya juga ekonomi, hampir setiap stasiun berhenti.
Dan parahnya lagi, disetiap pemberhentian stasiun, penumpangnyapun semakin bertambah. Dorong!!!! dorong teruss!!! begitu teriak penumpang yang akan masuk ke gerbong.
walhasil, sesak napas, panas dan gerah, badan terhimpitpun tidak bisa dihindarkan. Belum lagi aroma-aroma kurang sedap dari para penumpang, entah mereka sengaja atau tidak mandi pagi tadi. (Jadilah diriku Mirip sekali ikan Pepes….)
Aku sendiri merasakan badanku sudah terjepit oleh sikut, kaki, punggung bahkan tas-tas bawaan orang-orang di sekitarku. keringat mulai bercucuran dimana-mana. setiap kali kereta berhenti mendadak penumpang dibagian tengah yang tidak mempunyai pegangan menjatuhkan dirinya. Hkkkkkk…. (makin sesak nih….).
Setelah berdesak-desakan untuk keluar, akhirnya sampai juga di stasiun cawang. aku istrirahat sejenak mengusap keringat yang dari tadi mengucur deras diseluruh tubuh. ”ampunnnn… gak lagi-lagi deh…. “
kulanjutkan perjalananku dengan naik bus P6 jurusan Slipi-Grogol. Alhamdulillah sampai juga aku di kantor jam 8 Pagi, lumayan pagi sih karena jam kantor baru mulai pukul 9 pagi.

Setelah kapok naik KRL ekonomi, Esoknya kualihkan pilihanku pada ekonomi AC, meskipun agak mahal sedikit dan tetap tidak mendapat tempat duduk, tapi aku masih bisa menghirup udara AC, dan tidak terlampau penuh sesak seperti KRL ekonomi.

Sesekali jika badan terasa pegal-pegal dan tidak enak badan. kupaksakan juga berangkat kerja, tapi kubeli tiket KRL ekspress ketika pulang, “sekali-kali kan ndak pa2”
Memang terasa sekali bedanya kereta ini. Jika di KRL ekonomi terasa tidak sedap baunya Orang-orang disini rata-rata masih terlihat rapi dan wangi, bahkan di kereta ini setiap orang terasa bebas sekali menggunakan HP-nya, sampai-sampai blackberry-pun tidak asing terlihat disini.
Hal yang sangat jarang dilihat di KRL ekonomi, jangankan mengeluarkan Hape, kalo bisa nih hape disilent agar tidak ada yang tahu kita sedang bawa hape. yah, tahu sendirilah di KRL ekonomi merupakan sasaran empuk bagi para copet.

Dari pengalaman seminggu naik KRL ini kudapati banyak sekali pengalaman berharga. salah satunya aku banyak melihat bagaimana teguhnya perjuangan para pengguna KRL ini. aku saja yang baru seminggu sudah merasa jenuh dan sangat letih . Tetapi mereka, setiap harinya harus berjibaku dengan penumpang KRL lain, karena memang resiko pekerjaaan yang mereka tanggung, belum lagi perjuangan para pengguna KRL ekonomi yang super murah itu, karena memang kondisi keuangan mereka yang pas-pasan! seringkali tak kuat aku melihatnya…
Ya alloh, Beri kesabaran pada mereka, kuatkan mereka semua…..

Rekapitulasi jadwal perjalananku selama seminggu naik KRL Jakarta-Bojong Gede:
Berangkat :
Jam 6.00 sampai stasiun Jam 6.20, motor diparkir di penitipan Rp.2000
Jam 6.30 naik KRL Ekonomi AC, Turun di stasiun Cawang Jam 7.25, Rp.5500
dari stasiun Cawang Jalan kaki 200 m untuk Naik Bus P.6 Jurusan Kp.rambutan-Grogol,
sampai Slipi Jam 8.00 Rp. 2.500.
Pulang :
Jam 17.00 naik Angkot M09 Turun di Stasiun Tanah Abang.
sampai stasiun jam 17.20 Ongkos Rp. 2000
Jam 17.35 Naik KRL Ekonomi AC Jurusan Tn Abang-Depok (hanya sampai Depok)
Trun di stasiun Depok lama jam 18.35 Ongkos Rp.5.500, maghrib dulu distasiun.
jam 18.50 Naik KRL ekonomi ke Bogor Rp. 1000.
Sampai stasiun Bj. Gede jam 19.20. Naik Motor sampai Rumah Jam 19.45.
Total Biaya Sehari Rp.18.500

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: