Oleh: hendryfikri | November 10, 2009

Mana sih yang Ustadz Beneran?!?

Ini adalah kisah nyata dari Faradhita dan sahabatnya
seorang pengusaha hiburan, pendukung dan donatur abadi Rumah Yatim Indonesia seorang Helmy Yahya…

Saat itu bulan ramadhan . Aku berada di Palembang bersama
mitraku, Helmy yahya. Kami sedang melakukan perjalanan untuk bertemu dengan maestro pujaanku, untuk sebuah pekerjaan
idealis. Kami akan bertemu dengan pengarang lagu anak
legendaris , AT Mahmud.

Terdengar bunyi telpon yang langsung diangkat helmy dengan speaker mode..”boz, kita belum dapat talent buat acara naik haji gratis..”suara di seberang telpon terdengar
galau. “Kok bisa?, “helmy berkata dengan nada tinggi,
“sudah 3 hari shooting kok bisa gak nemu?”. Setelah itu
helmy diam mendengarkan argumen dari teamnya yang panjang.
Wajahnya memerah. Bibirnya merapat dan jari tangannya
didekatkan dan di gigit. Itu kebiasaanya kalau panik.

“Untung lagi di palembang, saya gak tau kalau ada anak
triwarsana disini. Kita ke tempat shooting dulu”, demikian sebuah kata terucap dari mulutnya dan setelah itu diam.
Setiba di lokasi, sebuah rumah yang disewa sebagai tempat
tersembunyi dari hidden kamera yang sedang menguji kelayakan seorang talent untuk berangkat di hajikan gratis sesuai thema acara tersebut.

Helmy memiliki standard yang ketat. Seseorang tersebut
bukan ”layak” bukan karena rekomendasi dari orang lain
saja tapi dia harus lulus test. Ini memang memakan biaya,
memang memakan waktu. Tapi inilah kesempurnaan yang menjadi
cirinya.

“Mana data shooting talent hidden kamera”, kemarin
kemarin katanya lagi. Dalam sekejap kami menyaksikan video
rekaman para talent tersebut di test berbagai cara. Dengan hidden kamera kita memperhatikan. Ustad ini, bapak anu,ujung2nya tidak ada yang layak. Lalu..saya disuruh menilai.

“Faradhita..kamu lihat tuh yang ditest pas sebelum
jumatan..dua ustad..,”helmy keluar dengan muka merah. Aku
menurut perintahnya dan menyaksikan.

Biasa kami menggunakan penguji si rini, specialis penguji.
Cantik, dewasa, anggun. Lengkap dengan jilbab dan kerendahan hatinya. Dia melakukan aksi ujiannya. Di depan ustad yang dimaksud dia datang jam 11.30, lalu berkata,” saya ada masalah dengan perkawinan, suami saya..” dan seterusnya dia bercerita sangat meyakinkan.

Sang ustad talent mulai berdalih, mulai mewejang, dan
menyaksikan adegan tersebut… aku sebagai wanita tahu
sekali mimik wajah dan gerak mata seseorang yang
ber”minat”. Darahku naik..”kok begini sih?”..
Ini orang yang terpandang didaerahnya yang direkomendasi banyak orang. Menggeser duduknya dekat-dekat si rini. Hidden kamera menangkap seluruh adegan dengan jelas. Dan yang
mengherankan…dia abaikan sholat jumat. Huh..hilang sudah
rasa di hati, dasar buaya”, aku berkata dalam hati.

Di video satunya. Setali tiga uang sama saja, malah pake
pegang-pegang pundak si rini. Setiap berapa kalimat
menyentuh apalah bagian tubuh si rini, tangan, seperti
menepis kotoran dari jilbab, yang rasanya gak ada
apa-apanya. Darah emosiku memuncak. “Gile nih..sama
aja..dasar bandot semua”.,Aku mendadak sangat marah. Aku
wanita, tahu banget niat laki-laki macam itu,emosi banget.

Aku keluar ruang. Helmy nafasnya turun naik dengan cepat.
“Gila nih..besok harus naik tayang jam 4 sore belum ada
talent. Dimana rini?”.

“Lagi ada talent, deket sini pak,” seorang staf
triwarsana menjawab.

“Nih, lagi kita test. Live tuh di ruang belakang”.
bergegas kami melihat. Seluruh krew berharap harap cemas.
Muka semuanya tegang. “Jauh ga k dari sini”, tanyaku.
“Enggak mbak, paling 500 meter”, Jawab manajer helmy,
ibrahim. “Siapa dia”,tanyaku lagi..”dia guru bahasa
indonesia, kalo sore ngajar ngaji”. “Oh..”,jawabku
singkat.

Dalam monitor.Terlihat seorang bapak sedang duduk,
kelelahan. Habis mengajar ngaji dia. Di masjid.

Masuk si rini. Dengan gaya nya yang meyakinkan dia berkata,” pak,saya ada anak angkat usianya 8 tahun kelas 2 SD. Saya sudah tidak kuat merawatnya”. Dipotongnya kalimat ditambah emosinya..”nakal banget pak. Saya mau buang, saya mau kasih bapak saja.” Si rini menyelesaikan kalimatnya dengan muka memerah. Dan membetulkan jilbabnya. Sehingga seluruh lekuk tubuhnya sengaja terbentuk kesan seksi.

Sang bapak membuang muka, kemudian menunduk sambil
menjawab, “aku terima “..”maksud bapak?”, Kata rini
lagi.
“Ya , sini anak itu, aku rawat dia, ini pasti kehendak
Allah. Aku ikhlas”, Dia menjawab sambil tetap menundukkan
wajahnya.
Muka rini yang terlihat gugup, “boleh saya beri anak itu
hari ini? Rumah kami jauh di tujuh ulu”, rini menambahkan
bobot ceritanya.
Sang bapak memiringkan pantatnya, di rogoh sakunya, ada uang ribuan berlembar-lembar..kira-kira 15 lembar dia berkata,” uangku hanya segini”.diberikan ke rini semua..”kamu ambil angkot bawa anak itu kemari..”,tuturnya dengan santun.
Setiap adegan itu kami saksikan dengan tegang, bahkan
penduduk sekitar mulai menggerombol ditempat kami. Sesak
udara ruangan monitor. “Ayo kita kesana, full kamera”,
kata helmy memecah ketegangan.

Bergegas kami berangkat. Penduduk sekitar mengikuti gerak
krew sebanyak 15 orang 3 kamera, 2 sound boom. Sangat
menarik perhatian warga kampung sekitar. Setiba kami di
lokasi masjid. Kamera langsung keluar dari segala penjuru.
Sang bapak terkejut. Wajahnya bingung. Kemudian helmy yahya muncul dengan mengatakan,” alhamdulillah bapak dapat
hadiah naik haji gratis!”

Sang bapak terkejut bukan main..wajahnya tergetar..giginya bergemerutuk..tak bisa berkata-kata. Bersujud disajadah berkali-kali. Dan selang beberapa menit hadir penduk sekitar kira-kira 5000an warga kampung sekitar tersebut tanpa komando mengumandangkan, “Labaik allauhumma labaik..”
5000 orang lebih meneriakkan kata-kata tersebut
berulang..bergetar kami semua.

Airmataku turun tanpa sebab..aku bertanya pada seorang ibu berdiri sambil menangis..”siapa dia bu? “,Tanyaku.

.”oh dia pak Rahmat. Dia guru bahasa indoneia di SD sini.
Setiap bulan dia memberikan setengah dari gajihnya untuk
membayar anak-anak dengan permen dengan apapun supaya mereka mau mengaji”, jawab sang ibu sambil menggendok anaknya
yang sudah agak besar.

”Setengah? “,Aku terperanjat

“Iya mbak”, lanjut ibu tadi, “Dan itu dia sudah
lakukan 25 tahun kira-kira, saya adalah muridnya
pertama-tama, karena sangat miskin kami tak sanggup belajar tapi dia membimbing kami. Sekarangpun anak ku belajar ngaji sama pak rahmat. Dan masih diberi bonus hadiah supaya rajin
mengaji”.

Aku tersentak. Aku menyaksikan seorang bapak, yang lagi
dipakaikan kain ihrom. Di kumandangkan talbiah, labaik
Allamulabaik oleh separuh warga kampung yang
mencintainya..di arak beramai-ramai dari masjid kerumahnya.

Tempat kediamannya berjarak 200 meter dari masjid. Untuk
dipamitkan dan mohon izin ke sang istri.
Setiba dirumah yang masih beralas tanah.. sepasang suami istri renta berpelukan..aku masih mendengar sang bapak berkata,” Allah mengabulkan doa kita bu..aku berhaji..aku yang miskin ini berhaji…suaranya lirih..mohon izin ya …”

Tersungkur di tanah aku sambil mendengar
kata-katanya..”Terima kasih Tuhan..terima kasih..masih ada orang seperti pak Rahmat engkau sisakan untuk kami….”
tak henti-henti aku bersyukur.

Catatan : sekarang pak Ustad Rahmat mengelola RYI di Kupang
NTT , Jl Tablolong KM 11 kel. Batake, kupang barat

kiriman Hariadi Tjahjono
*) disalin dari email kiriman teman


Responses

  1. subhanallah, mewek baca artikel ini…
    makasih utk inspirasiny.
    smg msh byk pak Rahmat pak Rahmat yg laen di bumi ALLOH ini..

  2. subhanallah.. Allah SWT selalu punya cara untuk mengangkat hamba-hamba pilihanNya yg telah teruji🙂

  3. mohon izin share.. semoga smkn bnyk lg hati yg tergetar ..

  4. Bikin hati bergetar, mata pun basah🙂

  5. Subhanallah ,,, subhanallah ,, subhanallah ,, izin share ya ,,,

  6. subhanallah…………allahuakbar…………
    ijin share ya………..

  7. MAN JADDA WA JADDA, kalimat berbahasa Arab ini bermakna ringkas tapi tegas yang bermakna ” Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil” Mangkanya jgn permainkan agama…….Subhanalloh!

  8. subhanalloh…ini lah janji alloh kpd orang yg bertaqwa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: